STOP Jadikan RT dan RW Kambing Hitam Bansos Dalam Masalah Desil
SIARAN - Stop jadikan RT dan RW Kambing Hitam Bansos dalam masalah Desil. Bapak Ibu Kepala Desa menentukan hadirnya data yang akurat. Jadi jalur formalnya itu RT, RW, Musyawarah Desa, Musyawarah Kelurahan.
Jadi Kepala Desa, Operator Desa juga menentukan. Pernyataan Menteri Sosial Gus Ipul baru-baru ini sangat keliru. Beliau menyebut data Desil kelayakan bansos didata oleh pihak RT dan RW.
Ini Salah Besar. Fakta di lapangan sama sekali tidak seperti itu. Selama ini RT dan RW tidak pernah diminta mendata warga untuk menentukan Desil.
Data Desil itu tiba-tiba saja jadi, langsung turun dari Kemensos ke Kelurahan atau Desa. Peran RT dan RW paling hanya diminta bantuan membagikan barcode kepada warga penerima, tapi bukan mendatanya dari nol.
Pernyataan Pak Menteri justru memperkeruh suasana di tingkat bawah. Ini mempertegas tuduhan keliru masyarakat selama ini, bahwa RT dan RW lah yang menentukan siapa yang dapat bansos.
Akibatnya sangat fatal, RT dan RW dituding tidak adil oleh warganya sendiri. Mereka difitnah hanya memberi bantuan kepada sanak keluarganya.
Pertanyaannya apakah Pak Menteri hanya asal terima laporan manis dari stafnya? Atau pernyataan ini sengaja dibuat untuk buang badan.
Kita tahu angka desil saat ini banyak yang tidak tepat. Warga yang benar-benar miskin malah memiliki desil tinggi sehingga tidak dapat bantuan.
Sebaliknya, warga berkecukupan malah mendapat desil rendah dan menerima bansos. Saat data kacau seperti ini, lagi-lagi RT dan RW yang dijadikan kambing hitam bahkan diamuk warga.
Kalaupun ada RT dan RW yang mengurus penurunan desil, sifatnya hanya membantu warga. Mereka mengantar warga melapor ke operator di Desa atau Kelurahan yang memberikan keterangan dan diwawancara tetap warga itu sendiri di depan operator, bukan dikatakan oleh pihak RT atau RW. Jadi salah betul jika RT dan RW dituding melaporkan semua data-data warga.
Jadi Tolong luruskan informasi ini, bukan RT dan RW yang menentukan desil dan bansos. Data itu tiba-tiba muncul dari Kemensos, kalau anda masih tidak percaya coba tanya kepada Lurah atau Kepala Desa, RT dan RW sekitar.
Jawaban mereka pasti sama. Tidak Pernah diminta Kemensos mendata warga untuk menentukan desil ataupun bansos.
